Ada rencana, jangan lupa realisasi

Tulisan ini juga Saya muat di Kompasiana.
Berawal dari sebuah tulisan yang menarik minat Saya untuk menulis. Terima kasih kepada Bapak Wiwitpray Prayitno karena tulisannya yang berjudul Ada Rencana, Jangan Lupa Evaluasi. Tulisan beliau sungguh menginspirasi Saya untuk membuat tulisan ini.
_____________________________

Tulisan ini bukan untuk menyanggah, mengomentari, atau ada hubungannya dengan tulisan Pak Wiwitpray Prayitno di Ada Rencana, Jangan Lupa Evaluasi di Kompasiana, melainkan berdiri sendiri. Judul menjadi hampir sama lebih karena sebelumnya Saya membaca tulisan beliau. Ide bisa dari mana saja bukan? :)

Seringkali dalam hidup kita memiliki berpuluh, beratus, bahkan beribu rencana untuk berwirausaha. Namun tak jarang hanya sedikit bahkan mungkin tak satupun yang terealisasi akibat bermacam fikiran negatif seperti takut gagal, banyak saingan, belum ada modal, susah mencari lokasi dan sebagainya.

Padahal bila berbagai buruk itu dikesampingkan, rencana yang kita rancang pasti akan berjalan. Memang, berwirausaha tak lah semudah membalik telapak tangan yang dalam sekejap bisa kita lakukan dan berhasil. Ianya dibutuhkan kemauan, keberanian, serta kerjakuat.

Ambil resiko
Tak banyak orang yang berani mengambil resiko. Dalam wirausaha ada istilah: "bila tak untung, ya rugi atau bahkan bangkrut."

Apakah ini berarti gambling? Tentu tidak! Berani mengambil resiko adalah kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang didapat proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.

Perluas jaringan
Tentu bukan jaringan internet atau telepon yang Saya maksud, melainkan jaringan pertemanan kita. Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasihat, membantu dan menolong pada masa sulit.

Lakukan sekarang
 Rencana wirausaha yang kita buat hendaknya tak ditunda terlalu lama. Realisasikan sekarang juga atau minimal: secepatnya.

Bila tidak, jangan heran rencana itu akan menjadi seperti besi tua yang terabaikan, percuma.

Tapi besi tua itu tetap berguna bila kita benar-benar memang menginginkannya. Jadi, tunggu apa lagi? Realisasikan, lakukan sekarang!








Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: