Most Recent

Ke Bandar Lampung, makannya di RM Mas Yanto Lamongan 3

Jalan-jalan ke Bandar Lampung tak lengkap rasanya kalau hanya lihat-lihat kotanya yang asri, perut juga perlu diisi. Nah, di kota ini ada satu tempat makan yang menunya enak dan lezat, tapi dengan harga yang masuk akal. Yah, sebandinglah antara harga dengan rasanya.

RM Mas Yanto Lamongan ini sudah cukup lama berdiri di Bandar Lampung. Menu andalannya adalah ayam goreng/bakar dan tentunya apa lagi kalau bukan soto Lamongan?

Berada di Jl. Arif Rahman Hakim dan berdekatan dengan perempatan PKOR Way Halim, menjadikan lokasi RM ini sangat strategis. Tak heran cukup ramai orang-orang yang berkunjung ke tempat ini di jam-jam makan siang dan malam.


Seperti siang ini, saya coba memesan nasi ayam penyet. Rasanya gurih, sambalnya tidak begitu berbau. Harganyapun sebanding dengan rasanya. Sebagai pelengkap, saya juga memesan tahu dan tempe goreng yang tak kalah nikmat.





ARDHANCN 11 May 2016
Sejarah tanah Papua yang diabaikan (Bagian 1)

Papua, sebuah propinsi terluas diujung timur Indonesia dengan kekayaan alam melimpah. Propinsi ini tepatnya berada di pulau Nugini atau yang dulu dikenal dengan nama Irian, yang dibagi menjadi dua bagian dimana bagian baratnya dikuasai oleh Indonesia, dan sebelah timur oleh negara Papua Nugini.

Propinsi ini dulunya mencakup seluruh wilayah Papua bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua propinsi dengan bagian timurnya tetap memakai nama Papua sedang bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland dan terbesar pertama di Indonesia.

Sekitar 47 persen wilayah pulau Papua merupakan bagian dari Indonesia, dimana dikenal sebagai Netherland New Guinea, Irian Barat, West Irian, serta Irian Jaya, dan belakangan dikenal sebagi Papua. Sedangkan sebagian lainnya merupakan wilayah negara Papua New Guinea (Papua Nugini) yang bekas koloni Inggris.

Hubungan sejarah Indonesia dengan Papua
Sejarah Indonesia sesungguhnya tidak terlepas dari sejarah Papua yang sejak 18 masehi, para penguasa kerajaan Sriwijaya mengirimkan cinderamata kepada kerajaan Tiongkok. Persembahan itu ternyata turut memberikan beberapa ekor burung Cenderawasih yang pada masanya dikenal sebagai 'Janggi.'

Sebuah catatan juga tertulis didalam kitab Nagarakretagama dimana Papua termasuk didalam wilayah kerajaan Majapahit pada abad ke-12 hingga 15. Selain itu, masuknya Papua didalam wilayah kekuasaan Majapahit juga tercantum didalam kitab Prapanca pada abad ke-13.

Saat ini terdapat tidak kurang 234 bahasa pengantar di Papua yang digunakan oleh lebih kurang 500 ribu penduduk Papua. Sayangnya, banyak dari bahasa ini yang digunakan oleh kurang dari 50 penutur. Begitu banyaknya bahasa pengantar tersebut tidak terlepas dari pengaruh geografi wilayahnya yang memiliki kepadatan hutan, jurang yang curam sehingga menyulitkan penduduknya berinteraksi satu sama lain.

Saat ini, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Indonesia, yan menjadi bahasa resmi negara Indonesia.

Bersambung.









ARDHANCN 07 May 2016
Menarik,orangutan ditemukan berburu ikan layaknya manusia purba


Dilansir dari Republika, umumnya hewan berburu mengandalkan insting dan kemampuan tubuhnya. Namun menjadi berbeda ketika orangutan di Indonesia yang mampu memanfaatkan benda untuk berburu makanan.

Adalah ahli primata, Carel van Schaik dan penulis Gerd Schuter yang menemukan kecerdasan orangutan di Indonesia. Kedua orang ini mendapati bahwa orangutan yang mereka temukan layaknya manusia purba yang berburu makanan.

Sekitar tahun 1994 lalu, Schaik berhasil mendokumentasikan banyak orangutan di Taman Nasional Gunung Leuser yang memanfaatkan tongkat untuk membuka buah-buahan. Dengan tongkat tersebut, orangutan berhasil menghindari luka tusukan dari buah-buahan yang mereka inginkan. Uniknya, penggunaan tongkat oleh orangutan hanya ditemukan di Sumatra saja.

Nah, di Kalimantan (Borneo) orangutan didokumentasikan berusaha mendapatkan ikan disungai dengan cara menombaknya atau juga memukul air dengan sebuah tonggak. Orangutan disana berusaha mati-matian menombak ikan yang lewat.

Menurut Schuster, dokumentasi tersebut menunjukkan kepintaran orangutan didalam belajar. Ia juga mengatakan bahwa orangutan tersebut belajar dari melihat nelayan setempat yang berburu ikan dengan tombah di sungai.

Foto lengkapnya disini.

ARDHANCN
3 pertanyaan seputar pembebasan 10 sandera Abu Sayyaf

Indonesia patut bersyukur karena kesepuluh warganya berhasil dibebaskan dari penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Para sandera yang ditahan sejak sebulan lalu ini berhasil dibebaskan dan telah kembali ke Indonesia dengan selamat. Namun ada beberapa pertanyaan terkait pembebasan ini yang terkesan sangat mudah. Apa saja? Yuk kita simak.

#1. Apakah pemerintah penuhi tuntutan penyandera?
Banyak orang yang penasaran dengan pertanyaan ini: apakah pemerintah memenuhi tuntutan penyandera yang meminta uang tebusan hingga satu juta dolar ini? Belum ada konfirmasi yang jelas akan hal itu. Namun beberapa media menyebutkan kalau pemerintah Indonesia memang memenuhi tuntutan kelompok Abu Sayyaf ini. Tapi disisi lain, banyak juga yang menyangkalnya.

Baca juga: Cerita haru PSK anak di Filipina

Menariknya, mantan presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam suatu acara sempat berbicara mengenai persoalan 10 sandera WNI yang dibebaskan.

"Wong sandera itu sudah ada yang ngurusin kok. Ya terang saja dilepas, wong dibayar kok," kata Mega saat menjadi keynote speaker di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta, Senin (2/5/2016).

#2. Para sandera menumpang pesawat salah satu politikus RI
Pembebasan 10 WNI dari kelompok Abu Sayyaf menyisakan berbagai pertanyaan. Sebabnya, para korban itu diterbangkan ke Indonesia dengan pesawat milik salah seorang politikus Indonesia.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini sepertinya perlu menjelaskan kenapa bukan pemerintah yang menyediakan pesawat untuk menerbangkan para sandera ke Jakarta.

Baca juga: Berakhirnya drama penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf

Kesepuluh sandera inipun telah sampai di Jakarta pada Minggu malam, 1 Mei 2016. Mereka diterbangkan langsung dari Filipina dan kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Subroto guna pemeriksaan kesehatan.

#3. Media Filipina sebut perusahaan yang tebus para sandera
Kabar ini datang dari salah satu surat kabar di Filipina, Inquirer. Surat kabar ini sebelumnya memberitakan kalau sepuluh WNI bebas dari Abu Sayyaf usai perusahaan Patria Maritime Lines, tempat dimana para sandera bekerja, menyerahkan uang tebusan sebesar Rp14 miliar.

Bagaimanapun belum ada kejelasan pasti bagaimana proses pembebasan 10 sandera Abu Sayyaf ini. Tapi patut disyukuri bahwa kesepuluh korban telah berhasil bebas dan sehat pulang ke keluarganya masing-masing.

ARDHANCN 02 May 2016
Cerita haru PSK anak di Filipina

Kisah haru ini diutarakan oleh Fr Shay Cullen, seorang misionaris dan juga pendiri Yayasan Preda di Irlandia.

Baru-baru ini aku pergi dari Olongapo City ke kota Subic dan menunjukkan kepada wartawan deretan-deretan rumah yang telah tertutup dan bobrok yang berjejer disepanjang jalan di Cakaoandayan, Subic. Rumah-rumah itu adalah bukti atas keberhasilan Yayasan Preda dengan bantuan kepolisian Filipina dan Homeland Security AS dimana kami berhasil menyelamatkan 15 anak dibawah umur dari kehidupan mengerikan dari prostitusi.

Baca juga: Kompas mau jadi media beradab, atau biadab!

Beberapa anak dibawah umur yang lebih muda sangat trauma karena terperangkap dan dipekerjakan selama lebih dari setahun dalam berbagai jenis perbudakan seks, sehingga membutuhkan bermacam terapi, dan kasih sayang, persahabatan, juga harapan untuk kehidupan yang lebih baik. Mereka dibawa ke Preda Home for Girls dan telah mendapatkan pendampingan memadai.

Sebelumnya anak-anak ini direkrut untuk dipekerjakan sebagai pelayan restoran di hotel di Subic Bay Freeport Zone, namun dipaksa untuk melayani pria-pria hidung belang alias menjadi pelacur. Mereka kemudian dibebaskan dan dibawa ke panti sosial pemerintah di Manila. Walau begitu mereka nyatanya masih takut untuk bersaksi karena masih banyak intimidasi dari mafia seks disana. 

Baca juga: Berakhirnya drama penyanderaan WNI di Filipina

Para korban adalah orang-orang miskin, tidak berdaya, dan membutuhkan dukungan yang kuat, perlindungan saksi juga dorongan untuk menemukan keadilan tapi sayangnya instansi pemerintah tidak menyediakan layanan ini secara efektif.

Keberhasilan dari operasi ini sendiri berkat seorang relawan yang merupakan purnawirawan militer Australia yang menyamar menjadi wisatawan seks dan menyusup kedalam bar dan klub malam setempat. Purnawirawan ini adalah seseorang yang bertekad untuk menyelamatkan anak-anak dan mengakhiri perdagangan seks anak. Berkat dia kami berhasil memenjarakan seorang pemilik dan operator bar ke sel tahanan yang kotor dimana ia bisa mati kekurangan gizi dan penyakit.

Baca juga: Lima anak ini gemparkan dunia!

Ini adalah kejahatan kemanusiaan, menurut Paus Francis, yang telah berbicara dan bertindak untuk membawa bersama-sama kepolisian dan pemimpin gereja guna menemukan respon yang lebih efektif dalam memberantas kejahatan semacam ini.

Anak-anak tadi telah dipalsukan identitasnya yang menunjukkan seolah-olah mereka telah dewasa. 

Satu hal yang pasti, kejahatan ini merupakan tragedi hilangnya rasa malu kemanusiaan dan merupakan tanggung jawab setiap negara. Gagal dalam bertindak atas hal ini adalah untuk memaafkannya dan diam begitu saja, padahal ini merupakan kejahatan besar!

ARDHANCN
Akhirnya drama penyandareaan 10 WNI berakhir

Keluarga 10 korban penyanderaan WNI yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina patut lega dan bersyukur. Kejadian yang cukup menyita perhatian publik di tanah air ini akhirnya berakhir dan kesepuluh sandera terebut dibebaskan dengan selamat.

Baca juga: Aung San Suu Kyi yang rasis

Drama penyanderaan yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan itu sempat sangat mengkhawatirkan karena sebelumnya kelompok Abu Sayyaf telah mengeksekusi mati seorang warga negara Kanada karena tenggat waktu tuntutan tebusan telah terlewati.

Adapun pihak kepolisian dan militer Filipina  mengatakan bahwa belum jelas apakah kesepuluh korban ini dibebaskan setelah membayar uang tebusan yang diminta.

Baca juga: Zaskia injak pilar negara, bagaimana dengan koruptor?

Para sandera yang dibebaskan adalah Peter Tonsen Barahama, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Suriansyah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Oktavianto, Rinaldi, dan Wendi Raknadian. Sedangkan sandera lain yang tersikan yaitu Moch Ariyanto Misnan, Lorens MPS, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir yang hingga kini belum diketahui keadaannya.

Apakah ada tebusan untuk Abu Sayyaf?
Perihal pembebasan kesepuluh sandera ini belum diketahui bagaimana proses negosiasinya. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apakah uang tebusan dibayarkan atau tidak oleh perusahaan tempat kesepuluh WNI ini bekerja.

Baca juga: Menanti damai di Tibet

Bagaimanapun kita patut mengapresiasi pemerintah Indonesia dan Filipina, juga pihak-pihak yang terlibat dalam pembebasan sandera ini.

Semoga tidak ada lagi drama-drama penculikan lagi kedepannya, ya guys.

ARDHANCN 01 May 2016