Mengenal Ulugh Beg, tokoh Islam, seorang ahli astronomi dan matematika

Ulugh Beg adalah tokoh Islam, seorang ahli astronomi dan ahli matematika besar. Dilahirkan di Sultaniyeh, Persia (sekarang Provinsi Zanjan, Iran) pada 22 Maret 1394, Beg bernama lengkap Mirza Muhammad Taraghay bin Shahrukh.

Ulugh Beg adalah cucu Timur Leng, penguasa Kekaisaran Timurid yang berdiri pada tahun 1370 hingga 1507. Beliau diamanahkan ayahnya untuk menjadi raja di daerah Samarkand, Uzbekistan.

MUSLIMHERITAGE
Tak hanya sebagai ilmuwan, Beg juga tertarik menulis berbagai lirik syair, buku sejarah dan mengkaji al-Qur'an. Walau demikian, astronomi dan matematika merupakan bidang utama yang sangat menarik perhatiannya.
Selain sebagai ahli astronomi dan matematika, Beg juga adalah seorang Sultan di Samarkand, Uzbekistan. Sesuai dengan minatnya pada ilmu pengetahuan, diapun menjadikan pusat pemerintahannya sebagai pusat budaya dan ilmu pengetahuan muslim.

Bahkan berbagai warisan peninggalannya dapat dilihat di Samarkand, Uzbekistan.

Sebenarnya kekuasaan Beg tidak hanya terbatas di Uzbekistan, melainkan juga mencakup wilayah Tajikistan, Turkmenistan, Kirgistan, Kazakhstan, bahkan hingga sebagian besar Afghanistan selama hampir setengah abad, yakni tahun 1411 hingga 1449.

Berbagai warisan Ulugh Beg
Ulugh Beg terkenal atas berbagai karyanya yang berhubungan dengan astronomi dan matematika, seperti trigonometri dan geometri bola. Beliau juga berhasil membangun sebuah observatorium terbaik di jamannya, dan merupakan yang terbesar di Asia Tengah.

Observatorium Ulugh Beg dibangun pada tahun 1424 dan dianggap sebagai salah satu yang terbaik sebagai observatorium di dunia Islam. Ulugh Beg menjadi salah satu terbaik dari tiga astronom besar dalam dunia Islam, yaitu Al-Kashi, Ali Qushji, dan Ulugh Beg sendiri.
Awal mula pembangunan observatorium itu sendiri ialah dari dibangunnya madrasah yang bernama Madrasah Ulugh Beg di Samarkand. Madrasah ini menjadi pusat penting bagi studi astronomi.
Walau sempat dihancurkan di tahun 1449, observatorium ini berhasil ditemukan oleh arkeolog Uzbekistan, VL Vyatkin, yang menemukan sebuah dokumen utuh dimana dalam dokumen itu menyebutkan lokasi observatorium itu.

WIKIPEDIA/MICHEL BENOIST
Dari madrasah inilah kemudia lahir astronom-astronom Islam yang terkenal di abad ke 14. Berbagai karya Ulugh Beg dan murid-muridnya banyak yang sudah diterjemahkan oleh astronom Inggris dan Perancis dan terus bermanfaat hingga sekarang.

Membongkar rahasia langit
Selain observatorium, Ulugh Beg juga disebut sebagai ilmuwan yang berhasil 'membongkar' rahasia langit, membuat tabel yang kemudian berguna di cabang ilmu matematika.

Dua karya beliau yang terkenal dan brilian adalah ilmu trigonometri dan geometrik bentuk bola, yang mana kedua ilmu itu banyak digunakan hingga detik ini.

Dari hasil pengamatan dan perhitungannya bersama murid-muridnya, Beg juga mengoreksi perhitungan yang pernah dilakukan oleh astronom-astronom Romawi seperti Ptolemeus. Hasil observasi mereka ini terhiumpun dalam kitab "Zij-i- Djadid-iSultani," yang diterbitkannya.
100 tahun kemudian dari jamannya Ulugh Beg, obeservatorium yang didirikannya menjadi inspirasi bagi astronom Eropa, di mana berbagai ilmunya digunakan untuk mendirikan observatorium Uraniborg (1576) dan observatorium Stierneborg (1584).
Tidak hanya fisik dan arsitekturnya yang ditiru, bahkan hingga kepada manajemen operasionalnya.

Ilmu pengetahuan yang mendekatkan diri kepada Tuhan
Beg bisa saja memperoleh materi dan segalanya atas ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Bersama murid-muridnya, mereka membuat berbagai karya yang menjadi warisan bermanfaat hingga kini, bahkan menjadi dasar ilmu pengetahuan astronomi dan matematika di jaman sekarang.

Sebagai tokoh Islam, Beg menyadari pentingnya mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta. Melalui obesrvatorium yang didirikan bersama murid-muridnya, mereka mewujudkan cinta kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh bekerja dan beribadah.

Melalui observasi yang mereka lakukan, mereka menyiapkan berbagai tabel astronomi matahari, bintang, bulan, dan berbagai planet yang telah mereka amati dengan tingkat akurasi yang tinggi, di mana tidak berbeda dengan teleskop modern.

WIKIPEDIA/MARILUNA
Untuk mengenang dan menghormati Ulugh Beg, pada tahun 1987 Uni Soviet membuat perangko dengan potret Ulugh Beg di dalamnya. Kemudian di tahun 1994. pemerintah Uzbekistan juga mengeluarkan perangko dengan gambar observatorium Ulugh Beg.

Keyword: Tokoh Islam, Ilmuwan Islam, Ulugh Beg, Astronom Islam
Sumber: MUSLIMHERITAGE.COM; WIKIPEDIA.COM; DETIK.COM

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: