Berita Terkini: (Video) Kisah si kecil Haixun merawat ibunya yang gila dengan penuh kasih


Kisah ini terjadi di desa Jinsha, Xinjian, China. Chen Haixun, 9 tahun, pagi itu di udara yang dingin dengan cekatan menyikat pakaian yang dicucinya.

Ayahnya bekerja serabutan, sedangkan Haixun adalah putri satu-satunya di keluarga kecil itu. Dia masih kelas 3 SD, namun memiliki pekerjaan besar yaitu merawat ibunya yang menderita gangguan mental.

Sehari-hari Haixun-lah yang memasak untuk keluarganya. Walau masih berusia 9 tahun, dia sudah mampu mengatur seluruh pekerjaan rumah.

Ayah Haixun tidak memiliki pekerjaan tetap. Bila ada yang memerlukan tenaganya, dia akan datang kapan dan dimana saja.

Hari ini ada pedagang yang mau mengangkat kayu. Pagi-pagi ayah Haixun sudah berangkat ke sana. Ayahnya sendiri pernah kecelakaan yang mengakibatkan dirinya tidak dapat berfikir, sehingga pekerjaan yang dilakoninya adalah pekerjaan kasar sebagai kuli dengan bayaran yang rendah.

Setelah bekerja biasanya ayah Haixun akan menjemput istrinya yang sering bepergian sendiri ke desa. Selama perilakunya tidak keterlaluan dan mengganggu, biasanya penduduk desa membiarkannya.


Penduduk desa bercerita tentang ibu Haixun yang dulunya sangat cantik, merupakan kembang desa yang pandai menyanyi dan menari di sana. Namun ketika kembali dari bekerja di Guangdong, dia sakit dan mengalami gangguan mental.

Haixun kecil tidak bisa mengendalikan ibunya. Kalau ayahnya tidak ada, ibunya akan bepergian ke desa. Biasanya sepulang dari kerja, ayahnyalah yang akan menjemput ibunya.

Foton ibunya ketika gadis.
Pernah suatu kali Haixun membujuk ibunya untuk pulang, namun si ibu menolak. Ibu Haixun bahkan mendorongnya ke kolam.

Rumah mereka sudah sangat bobrok. Ada lubang di mana-mana. Uang dari hasil bekerja ayahnya habis untuk pengobatan ibu. Akan tetapi bagi Haixun kecil hidup susah tidak apa-apa asalkan ibunya dapat sehat kembali.
"Pernah suatu kali ibu tidak minum obat. Terus ibu menggila. Ayah lagi tiduran, dia tidur dengan pulas. Terus ibu diam-diam bangun dan melempar saya ke kolam disana. Itu musim dingin, dingin sekali. Terus saya hampir mati di sana. Terus ayah menemukan saya dan membawa saya ke rumah sakit. Untung tidak apa-apa," ujar Haixun sambil menitikkan air mata.
Tak jarang Haixun mendapat ejekan dari teman-temannya. Dia di olok-olok sebagai anak orang gila oleh teman seusianya.

Ketika ditanya apa satu permintaannya, dengan sedih Haixun menjawab bahwa dia ingin ibunya sembuh dari sakitnya. Hanya itu. Sangat mengharukan.

Haixun juga menangis ketika ditanya perihal ibunya yang sakit.

"Ayah bilang obat ibu mahal. Aku ingin ibu sembuh dan bisa memasak," ujarnya.

Ketika dia ditanya apakah malu mempunyai seorang ibu yang gila, sambil menangis dia berkata tidak, karena dia sangat mencintai ibunya.

Haixun adalah anak yang cantik dan cerdas. Tidak hanya pandai menyanyi, dia juga pandai menari. Persis seperti ibunya saat muda dan sehat dulu. Sebelum Haixun lahir, ibunya sudah menderita sakit.



Sebenarnya anak seusia Haixun sangat membutuhkan perhatian seorang ibu. Hanya ada di impian Haixun bahwa ibunya akan kembali sehat dan bisa memberikan perhatiannya kepada Haixun. Dia percaya di dunia hanya ada ibu yang baik. Hal yang paling diinginkannya ketika ibu sembuh adalah ibunya dapat memasak untuknya.
"Karena setiap ibu pasti akan memasak untuk anaknya," kata Haixun berurai air mata.
Sudah semestinya kita bersyukur karena memiliki orang tua yang baik, sehat dan memperhatikan kita, bukan?

Lihat video lengkapnya di sini:

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: