Berita Terkini: Pasangan badminton ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir menang atas ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying

Sejak lama prestasi atlit badminton tanah air Indonesia patut diacungi jempol. Yup, Sabtu malam ini (13/8) pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berhasil maju ke babak perempat final dalam ajang olah raga dunia Olimpiade 2016.


Keberhasilan melawan ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying tidak dicapai dengan mudah yang berlangsung dalam dua set 21-15 dan 21-11.

Pertandingan berlangsung sengit. Tontowi/Lilyana sempat tertinggal dalam set pertama dengan skor 8-11. Setelah skor sama 15-15, mereka mampu memastikan kemenangan dengan skor 21-15.

Dalam set kedua, dengan cukup mudah Tontowi/Lilyana mampu unggul menyudahi pertandingan dalam durasi 16 menit dengan skor 21-11.

Kemenangan ini memberikan kesempatan kepada kedua pasangan Indonesia itu maju ke perempat final dengan memenangi sebagai juara Grup C dimana mereka mendapatkan 3 kemenangan. Sementara pasangan ganda campuran Malaysia berada di posisi kedua.

Sejarah perolehan medali Indonesia dalam cabang olah raga badminton di Olimpiade
Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil memperoleh medali emas yaitu pada 1992 dalam Olimpiade Barcelona. Tahun itu bisa jadi merupakan tahun paling gemilang dalam sejarah Indonesia mengikuti Olimpiade.

Betapa tidak. Pada 1992 Indonesia berhasil memperoleh dua medali emas dalam cabang olah raga badminton, dua medali perak, dan juga satu medali perunggu dalam cabang olah raga yang sama.

Medali-medali tersebut diperoleh antara lain oleh Alan Budikusuma (emas), Susi Susanti (emas), Ardy Wiranata (perak), Eddy Hartono dan Rudy Gunawan (perak), dan Hermawan Susanto (perunggu).

Momen bahagia tersebut masih terekam kuat dalam benak setiap orang yang menyaksikannya pada saat itu, dan cabang olah raga badminton selalu menjadi pundi Indonesia didalam memperoleh medali.



Dalam tahun-tahun berikutnya cabang olah raga badminton terus memberikan sumbangan emas bagi Indonesia di Olimpiade.

Pada 1996 pasangan Rexy Mainaki/Ricky Subagja memberikan medali emas bagi Indonesia, begitupun Mia Audina (perak), Antonius Ariantho/Denny Kantono (perunggu), dan Susi Susanti (perunggu).

Begitupun di tahun 2000 dalam Olimpiade Sidney, Pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya (emas), Tri Kusharjanto/Minarti Timur (perak), dan Hendrawan (perak).

Tahun 2004 dengan bangga Taufik Hidayat berhasil memperoleh medali perak, Sony Dwi Kuncoro (perunggu), Eng Hian dan Flandy Limpele (perunggu).

Di Beijing China tahun 2008, cabang olah raga badminton lagi-lagi mampu memberikan medali emas dari pasangan Hendra Setiawan/Markis Kido, perak oleh pasangan Nova Widianto/Lilyana Natsir, dan perunggu oleh Maria Kristin.

Sayangnya pada Olimpiade London 2012, cabang olah raga ini absen memberikan satupun medali kepada Indonesia.

Besar harapan kita cabang olah raga badminton dapat kembali berjaya dalam Olimpiade Rio de Janerio 2016 ini.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: