Pancasila, atau Kita end

Tulisan ini juga Saya publikasikan di situs Kompasiana.

_________________________


Siapa sih yang gak kenal Pancasila? Saat sekolah dulu, adalah wajib untuk kita dengarkan pembacaan Pancasila dalam upacara Senin. Yah, mungkin sebagian kita lupa isinya. Atau mungkin banyak dari kita yang tidak lagi mengamalkannya?

Maklum saja, kekerasan kerap terjadi di Indonesia sejak reformasi kini. Akibat beda pandangan agama, suku dan lainnya. Ketidakadilan sosial dan ketidakadilan di muka hukum jangan ditanya, sejak dulu hingga kini tetap menjadi persoalan serius. Untuk sekedar mengingat, berikut adalah isi Pancasila.

Pancasila. Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa; dua, kemanusiaan yang adil dan beradab; tiga, persatuan Indonesia; empat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan; lima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Indah bukan? Sangat indah. Sudah banyak para petinggi dari negara lain yang mengakui Pancasila sebagai kunci dari pemersatu bangsa ini. Terakhir adalah ulama Lebanon, Syeikh Ali Zainuddin, yang menyatakan kekagumannya atas peran Pancasila dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam suku dan agama.[1]

Selain itu, Barrack Obama dalam pidatonya terdahulu menyebutkan bahwa beliau mengagumi konsep Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.[2]

Tapi mengapa pula, sebagian kecil dari kita yang orang-orang Indonesia tulen menentang Pancasila sebagai pilar negara?

Ingin mendeklarasikan NII, inginkan kemerdakaan, rebut kekuasaan, raih kekayaan dengan berbagai cara, seakan halal untuk dijalankan.

Tidak cukupkah dengan yang didapat selama ini?

Tidak banggakah kita hidup berdampingan diantara berbagai suku dan agama yang ada? Jangan terlalu sombong!


Bila mayoritas merasa superior, itu hanya dari segi kuantitas. Agaknya kualitas juga perlu di benahi.

Amalkan Pancasila, atau kita end.








Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: