Zionis, belum tentu Yahudi!


Mungkin sebagian dari kita sudah tau apa itu Zionis.
Sekedar info, Zionis atau Zionisme merupakan gerakan politik yang menginginkan agar kaum Yahudi di dunia kembali ke Zion, bukit dimana kota Yerusalem berdiri.


Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya Der Judenstaat (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. [baca ini]

Seperti itulah sejarah mencatat asal mula gerakan Zionisme ini.

Harun Yahya dalam tulisannya mencatat bahwa orang-orang Yahudi, yang merupakan para mentor ideologis utama dari Zionisme, memiliki keimanan yang lemah terhadap agama mereka. Bahkan, kebanyakan dari mereka adalah ateis. Mereka menganggap agama Yahudi bukan sebagai sebuah agama, tapi sebagai nama suatu ras.[baca ini]

Sejurus dengan pandangan Harun Yahya, ternyata Rabi Yahudi juga menolak gerakan politik Zionis ini, bahkan mengharamkannya dengan mengacu pada kitab Taurat.[baca ini]

Menarik bukan? Ternyata Zionisme diusung oleh orang Yahudi yang memiliki keimanan lemah terhadap agama mereka. Melakukan kekerasan, membunuh, menghalalkan berbagai cara demi kepentingan mereka. Sikap seperti ini pula yang di tunjukkan oleh ekstremis Islam. Walau mereka mengaku beragama dan berkeimanan kuat, nyatanya itu cuma pengakuan mereka saja!
Kembali ke masalah Zionisme. Dari beberapa tulisan diatas bisa kita simpulkan bahwa Zionisme adalah suatu gerakan politik, tidak semua orang Yahudi menyukainya, mengikutinya atau bahkan mengakuinya, terlebih menurut ajaran agama Yahudi.

Bila kita lebih mengerti, karena Zionisme adalah suatu gerakan politik, bisa jadi pengikut ataupun pendukungnya tidak cuma terbatas pada orang-orang Yahudi saja. Gerakan politik dapat diikuti atau didukung oleh siapapun bukan? Jangan-jangan sahabat atau tetangga kita adalah pendukung gerakan ini? Jadi, seorang Yahudi belum tentu Zionis. Tapi Zionis belum tentu hanya Yahudi saja.

Saksikan saja bagaimana bersemangatnya sebagian orang di Indonesia yang ingin memperingati kemerdekaan Israel pada 14 Mei lalu.






Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: