Penduduk Kristen Irak turun drastis

Menurut catatan Kompas [baca ini], dulu penduduk Kristen Irak berjumlah sekitar 1,5 juta jiwa dari total 30 juta jiwa penduduk. Tapi kini jumlah itu kian menyusut hingga hanya sekitar 850 ribu jiwa saja.

Ironis? Tentu. Penurunan jumlah ini bukan karena mereka mengkonversi agamanya ke Islam atau agama lainnya, melainkan karena kondisi Irak yang kian carut marut akibat perang. Ya, peperangan memang mampu mengubah segalanya.
Pada Oktober lalu saja, 52 orang tewas dalam serangan terhadap sebuah gereja Katolik Suriah di Baghdad pusat. Serangan itu merupakan yang paling mematikan bagi minoritas Kristen Irak sejak invasi pimpinan AS pada 2003. Dan yang terbaru kini, ledakan bom pinggir jalan di dekat pintu gerbang sebuah gereja Katholik di Baghdad mencederai dua polisi dan dua warga sipil, Minggu Paskah.
Sebenarnya apa yang para pemberontak cari dengan memerangi Saudara mereka? Apakah ini akan menjadi perang saudara seperti yang pernah terjadi di Indonesia dulu? Tentu masih melekat dalam ingatan kita kejadian di Poso dulu.

Peperangan yang berlangsung cukup lama itu tidak hanya memisahkan anak dengan ibu bapaknya, memisahkan saudaranya, tapi juga membekas lukanya hingga kini. Syukurnya, ada kesungguhan dari kedua belah pihak untuk bersama membina hubungan yang lebih baik.

Kembali ke Irak. Sebelum jatuhnya Saddam Hussein, Irak telah menjadi tanah tinggal bagi banyak keluarga Kristen disana. Irak menjadi negeri untuk ibadah yang cukup ideal bagi umat beragama. Banyak tempat ibadah Kristen yang di bangun dengan megah.

Tapi invasi Amerika ke Irak tahun 2003 silam telah mengubah kondisi Irak yang dinamis itu. Pemberontakan merajalela, begitupun kaum ekstremis disana. Banyak keluarga Kristen Irak yang memilih meninggalkan negeri yang telah menjadi tanah kelahiran mereka itu. Menyedihkan. Tidak semestinya hal demikian terjadi.

Itulah perang. Tidak memandang apakah Saudara maupun bukan. Seiman maupun bukan. Perang hanya memberangus kebebasan dan masa depan kita, begitupun anak cucu kita.
... dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa (QS 2:177).







Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: