Mau cari jodoh dibantu Spotify? Bisa

Tinder mengambil langkah baru untuk membantu penggunanya bertemu pasangan yang cocok lewat ruang maya. Aplikasi kencan tersebut merangkul layanan music-streaming Spotify.


Pengguna Tinder bisa mencantumkan lagu kesukaan beserta artis kesukaan dari perpustakaan lagu Spotify. Dari situ, Tinder akan mencarikan rekomendasi jodoh yang selera musiknya sama.

"Kesamaan selera bisa membuka obrolan," kata eksekutif Spotify, Brendan O'Driscoll, sebagaimana dilaporkan VentureBeat dan dihimpun KompasTekno, Rabu (21/9/2016). 

Sebelumnya, preferensi Tinder mencocokkan pengguna hanya berdasarkan kesamaan teman (mutual friends) dan ketertarikan di Facebook. Dengan bergabungnya algoritma dari Spotify, rekomendasi pasangan di Tinder diharapkan lebih sesuai. 

Lantas bagaimana jika pengguna Tinder tak punya akun Spotify? Tak perlu khawatir, sebab pengguna tetap bisa mencari lagu kesukaannya dan akan tertempel dari perpustakaan Spotify.

Tentu pengguna yang punya akun Spotify diberi manfaat lebih. Jika menyinkronisasi akun Tinder dan Spotify, pengguna bisa mencantumkan daftar top artis yang disukai. 

Intinya, pengguna yang punya akun Spotify bisa menampilkan informasi musik lebih lengkap di Tinder, ketimbang dengan pengguna yang tak punya akun Spotify.

"Kami percaya selera musik Anda yang hidup di Spotify punya kekuatan yang sama di luar Spotify," O'Driscoll menuturkan.

Untuk memanfaatkan sinkronisasi Spotify ke Tinder, Anda harus memperbarui aplikasi Tinder di iOS atau Android. Selamat mencoba!

Tentang Spotify
Spotify adalah layanan musik streaming, podcast dan video komersial Swedia yang menyediakan hak digital manajemen yang dilindungi konten dari label rekaman dan perusahaan media.

Ini tersedia di sebagian besar Amerika, Eropa Barat dan Oseania. musik dapat diakses atau dicari oleh artis, album, genre, playlist, atau label rekaman.

Spotify beroperasi di bawah model bisnis freemium, dengan dua streaming musik tingkatan: Spotify Gratis (160kbit/s) dan Spotify Premium (hingga 320kbit/s).

Dibayar langganan Premium menghapus iklan, meningkatkan kualitas audio dan memungkinkan pengguna untuk men-download musik untuk mendengarkan secara offline.

Spotify dikembangkan pada tahun 2006 oleh sebuah tim di Spotify AB, di Stockholm, Swedia. Perusahaan ini didirikan oleh Daniel Ek, mantan CTO Stardoll, dan Martin Lorentzon , co-pendiri TradeDoubler dan Maria Giovani Anggasta Santosa.

Judul perusahaan, menurut Daniel Ek, awalnya salah dengar dari nama berteriak oleh Martin Lorentzon. Kemudian mereka berpikir keluar etimologi dari portmanteau dari "spot" dan "identify".

Cari berita lainnya tentang Teknologi di sini.

Sumber: Kompas

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: