Tukang Sayur

Tukang sayur.. tukang sayur..
Kenapa kau tak juga datang,
Padahal aku kurang serat
Bisa-bisa aku sembelit
Buang air menjadi sulit

Tukang sayur.. tukang sayur..
Jika kau tiba cobalah berteriak..
Sayur..sayur..sayur..
Agar aku bisa mendengar kau
Sehingga bisa ku panggail kau..
Bang.. Sayur bang!
Mbak.. Sayur mbak!

Tukang sayur.. tukang sayur..
Pekerjaanmu mungkin dikata kecil,
Tapi salut kau tak merasa kerdil..
Karena yang kau usahakan sungguh membantu..
Tidak seperti politisi yang sibuk memaki,
Mintanya juga selalu dilayani
Padahal mereka pelayan negeri

Tukang sayur, aduhai tukang sayur..
Sebenarnya kami patut bersyukur..
Kehadiranmu di perumahan sering di tunggu
Oleh isteri-isteri yang sibuk di dapur
Membuat sayur enak bergizi

Tukang sayur yang budiman
Jangan kau merasa hina lagi dina
Pekerjaanmu itu mulia
Bukannya mengaburi 'fakta'
Kuberharap engkau gembira
Melayani pembeli sepenuh jiwa

Tukang sayur, oh tukang sayur..
Suatu hari kau akan seperti tukang bubur..
Naik haji ke tanah suci
Tanpa memakai fasilitas negara
Tak perlu jadi elit untuk ibadah
Karena rejeki datangnya dari Allah

Bandar Lampung,
Lelaki yang patah sayap kirinya

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: