Satu agama, jaminankah untuk tidak saling serang?


Sudah bosanlah kita mendengar pembelaan dari macam-macam orang:

“Kita satu agama makanya harus membela mereka”
“Kita satu agama, karena itu kita bersaudara”
“Bla..bla..bla..bla..”

Ada benarnya memang, harusnya seperti itu. Tapi apakah itu menjamin, karena satu agama tidak akan saling serang?

Ternyata tidak. Agama apapun yang seseorang anut, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Yahudi atau agama lainnya, ternyata tidak mampu menjamin bahwa ia tidak akan menyerang orang lain yang seagama dengannya. Butuh bukti? Banyak.
Kerusuhan di Mesir demi menggulingkan Mubarak. Berapa jiwa yang tewas? Banyak. Padahal mereka seagama.

Kerusuhan untuk menggulingkan Khadafy. Berapa jiwa yang tewas? Padahal mereka seagama. Bahkan lebih parahnya sang Presiden memerintahkan militernya untuk memberangus para demonstran, yang tak lain tak bukan masih seagama dengannya.

Kaisar Sushun dari Jepang. Beliau di kudeta oleh kedua ibu surinya. Sushun dan teman-temannya dipancung tahun 1861 dengan alasan pengkhianatan.

Presiden AS John F. Kennedy yang dibunuh Lee Harvey Oswald pada 1963. Saya meyakini bahwa pembunuh sang presiden adalah orang yang seagama dengannya.

Bahkan sejak jaman nabi-pun pembunuhan, pengkhianatan, dan saling serang antar satu agama sudah sering terjadi.
Contoh diatas hanyalah sedikit dari begitu banyaknya kejadian di dunia, dimana orang yang sama-sama satu agama mampu saling serang.

Lalu latar belakangnya apa?

Menurut Saya bahwa setiap orang memiliki begitu banyak hawa nafsu. Nafsu kekuasaan dan sebagainya. Memiliki begitu banyak keinginan dan kepentingan. Seagamapun ia dengan orang lain, namun memiliki kepentingan dan keinginan yang berbeda. Sama-sama saling memiliki kepentingan, sama-sama saling memiliki keinginan.
Ada baiknya dalam memandang orang lain kita jangan hanya melihat dia itu beragama apa, tapi lihatlah ia sebagai manusia secara utuh. Sebagai manusia yang sama-sama diciptakan oleh Tuhan.
Bisa jadi orang yang satu agama dengan kita menjadi orang yang paling besar memusuhi kita. Bisa pula orang lain yang tidak seagama dengan kita menjadi orang yang paling penting dan berarti dalam hidup kita.
Berkasih sayanglah sesama kita, bukan hanya pada yang seagama dengan kita.







Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: