Indonesia seharusnya bisa seperti negara ini

Sulit dipungkiri, Indonesia masih ketinggalan jauh dalam berbagai bidang bila kita bandingkan dengan negara-negara dibawah ini.

Sebut saja bidang ekonomi (paling utama), sumber daya manusia, olahraga, pertahanan negara, dan lain-lain. Bahkan bila kita bandingkan dengan negara yang luasnya lebih kecil dan sumber daya manusia yang terbatas, Indonesia seakan tidak ada apa-apanya.

Berikut adalah negara-negara dimaksud:

  1. Disiplin dan bersih layaknya Singapura
    Dibandingkan dengan Indonesia, negara tetangga yang satu ini memang tidak ada habisnya untuk diulas dalam berbagai forum dunia.

    Singapura dengan jumlah penduduk yang hanya sekitar 5,5 juta jiwa mampu mengantarkannya menjadi negara keempat pusat keuangan terdepan global. Sekitar 42% penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu disana.

     Mengutip dari Wikipedia, Economist Intelligence Unit dalam Indeks Kualitas Hidup menempatkan Singapura pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di dunia.

    Dalam hal cadangan devisa, Singapura berada diperingkat kesembilan di dunia. Negara ini juga memiliki angkatan bersenjata yang maju.

    Bandingkan dengan Indonesia, dimana Indeks Kualitas Hidup berada diperingkat ke-71 dengan cadangan devisa $104,6 miliar.

    Dalam hal transportasi publik dan kebersihan, Singapura termasuk salah satu negara dengan masyarakat yang paling disiplin di dunia. Transportasi publik di Singapura sudah sangat maju bila dibandingkan dengan Indonesia. Sebutlah bus, LRT dan MRT, taksi, dan semua itu terintegrasi.

    Kebersihan masyarakat Singapura juga layak diacungi jempol, sungguh disiplin dan bersih. Wajar saja, Singapura memberikan sanksi denda yang berat bagi siapa saja yang meludah, merokok, dan membuang sampah sembarangan.

    Indonesia dengan kearifan lokal dan jumlah penduduk terbesar keempat seharusnya bisa mencontoh Singapura dalam hal kemajuan ekonomi dan kedisiplinan rakyatnya.

    Sumber daya alam yang tak terbatas seharusnya menjadi nilai plus untuk memajukan ekonomi asalkan dikelola dengan benar dan bebas KKN.
  2. Belajar kemudahan birokrasi dari Jepang
    Jepang sudah menjadi salah satu negara maju beberapa dekade lalu. Ya, negara yang pernah menjajah Indonesia selama 3,5 tahun ini sudah terkenal dengan masyarakatnya yang ulet dan cekatan didalam meraih keinginan.

    Berbagai teknologi dunia juga lahir dari negara yang terletak di Asia Timur ini, dimana berbagai perusahaan besar lahir di negara monarki ini.

    Jepang memang memiliki sejarah panjang dalam hal ekonomi, dimana Jepang menempati urutan ke-12 dalam hal kemudahan berbisnis, dan termasuk salah satu negara maju dengan birokrasi paling sederhana.

    Bandingkan saja dengan Indonesia yang memiliki birokrasi paling ribet dan dengan harus mengeluarkan ini itu agar dimudahkan. Birokrasi di Indonesia awalnya diperkenalkan oleh Eropa yang dimulai pada masa-masa kolonial.

    Pada tahun 2009, bila merujuk pada laporan dari Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang berbasis di Hongkong, Indonesia masih menunjukan angka yang buruk terutama dalam hal hambatan birokrasi atau red tape barriers.
  3. Gigih dan berjuang ala China
    Kalau bicara China memang seakan tidak ada habisnya, dan memang menarik. Orang China atau di Indonesia lebih senang disebut Tionghoa memang terkenal gigih dan memeliki sejarah panjang dalam perdagangan dunia.

    Wajar saja bila saat ini China hampir mengalahkan Amerika Serikat dalam perekonomian dan bidang-bidang lainnya.

    Di bidang ekonomi, negaranya Lin Dan ini memang sudah mampu menguasai pasar dunia dengan berbagai produk-produk yang ditelurkannya, tak perduli bila produk itu dituduh mencontek atau bahkan imitasi.

    Bagaimanapun, hukum seleksi alam pasti berlaku: konsumen mencari produk dengan harga murah dengan kualitas menengah keatas. Hukum internasional seakan loyo menghadapinya, dan pemerintah China memang seolah melindungi para produsen itu.

    Tapi bukankah hal itu baik bagi kemajuan ekonomi negara? oh produk-produk itu dapat dikembangkan dengan riset untuk dapat menjadi lebih baik.

    Atlit di China juga terkenal dengan kegigihannya dalam berjuang dipentas olahraga. Mereka memiliki kemampuan dan prestasi diatas rata-rata atlit kelas dunia.

    Sebut saja pagelaran Olimpiade, atlit-atlit China selalu keluar sebagai pemenang dibanyak cabang olahraga. Tak heran memang, kebanyak atlit China ternyata rela berlatih berhari-hari bahkan sampai harus berpisah dengan keluarganya.

    Indonesia memang sempat meraih masa-masa gemilang pada dekade 1990-an dalam hal olahraga, itupun terbatas ditingkat Aia Tenggara dengan cabang olahraga bulu tangkis yang masih diunggulkan hingga detik ini. Entahkan kegigihan kita yang kurang, atau memang salah kelola dari pemerintah?

    Entahlah.
  4. Jujur dan pintar ala Finlandia
    Beberapa bulan lalu, Reader's Digest, pernah melakukan pengujian tingkat kejujuran masyarakat suatu kota dengan menjatuhkan 12 dompet dan menguji berapa dompet yang kembali.

    Hasilnya, dari 12 dompet yang dijatuhkan, terdapat 11 dompet yang dikembalikan dalam keadaan utuh. Tak heran kalau kota Helsinski di Finalndia dinobatkan sebagai kota dan negara dengan masyarakat terjujur di dunia.

    Negara ini juga termasuk negara tersukses dalam bidang pendidikan di dunia. Sejak tahun 2000 sampai 2009 Finlandia masuk ke jajaran top di peringkat Programe for International Student Assessment (PISA), dengan sumber daya terbatas dan anggaran yang kecil per anak dari Amerika Serikat, negara ini mampu menghasilkan murid-murid yang lebih unggul daripada murid-murid di AS dalam bidang sains dan matematika. (Jangan tanya perbandingannya dengan Indonesia).

    Kunci sukses pendidikan di Finlandia ternyata tak lepas dari kebijakan pemerintahnya yang melakukan desentralisasi pendidikan pada dekade 1990-an, perekrutan tenaga pendidik yang ketat, serta proses dari penerapan kebijakan dan pencapaian pendidikan itu sendiri. Perlu diketahui bahwa kebijakan pendidikan di Finlandia ternyata tidak berubah meskipun suasana politik disana berganti, sehingga kebijakan pendidikan dapat terus dijalankan.

    Dibandingkan dengan Finlandia, Indonesia seseungguhnya memiliki jumlah sumber daya manusia yang tak terbatas. Indonesia juga sebenarnya tidak jelek-jelek amat di bidang pendidikan.

    Namun akhir-akhir ini dunia pendidikan tercoreng oleh aksi-aksi anarkis dan berbahaya yang dilakukan oleh pelajar, kekerasan yang dilakukan oleh tenaga pendidik, dan reotnya bangunan sekolah, serta perubahan-perubahan yang terjadi dalam bidang pendidikan.

  5. Kuat dan bertahan seperti Israel
    Israel boleh saja menjadi negara kecil dan dimusuhi oleh banyak negara di dunia. Bahkan hingga saat ini Indonesia juga tidak mengakuinya sebagai sebuah negara. Namun siapa sangka ditengah gempuran berbagai negara dalam perang Arab-Israel pada 1948 lalu, Israel mampu memenangkan pertempuran dan bahkan menambah luas negaranya.
    Peta Israel dalam perang kemerdekaan
    th 1948. (Gambar: Wikipedia)

    Israel memang memiliki sejarah panjang didalam setiap pertempuran di negaranya. Bahkan hingga kini Israel masih terus berusaha untuk mempertahankan batas wilayah dan keamanannya akibat pendudukan yang dilakukan oleh negara itu terhadap Palestina.

    Walau banyak negara yang tidak mengakui kedaulatan Israel, negara ini dapat dikatakan sangat cerdik dimana Israel melakukan kerjasama bidang ekonomi dan pertahanan dengan sebagian besar negara-negara barat. Israel dengan komunitas Yahudi-nya telah menjadi penentu kebijakan ekonomi dan kebijakan bagi AS dan sekutunya.

    Pada tatanan global saat ini Indonesia selayaknya mengedapankan kerjasama pertahanan dengan negara-negara yang memiliki pengaruh besar dikawasan. Sebutlah China, Rusia, AS, Turki, Perancis, Jerman, dan negara-negara ASEAN dapat menjadi sekutu yang baik bagi pertahanan negara.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: