Islam darurat

Sejak serangan WTC di AS
sana pada 11 September 2001 lalu hampir selalu kita saksikan berbagai kejadian menyedihkan di dunia. Sayapun tak kilas balik sebelum tahun itu, apakah sebelumnya memang ada serangan atas nama Islam yang dilakukan?

Hingga hari ini, hampir disetiap kejadian orang-orang yang mengaku Islam mengisi berbagai pemberitaan: Islam garis keras tampil, orang Islam yang dengan atas nama agamanya muncul kepermukaan yang dengan seenaknya menggorok orang-orang yang tidak sepahaman dengannya, walaupun orang itu seagama dengannya. Bejat!

Di Indonesia, berbagai protes atas ketidakadilan yang orang Islam rasakan terhadap saudara-saudari seimannya dibelahan dunia lain terus berlanjut. Berbagai pengeboman atas nama agama, makar, dan pengrusakan atas rumah ibadah agama lain bermunculan. Tiba-tiba Islam seperti menjadi agama yang beringas. Orangnya atau ajarannya? Orang-orang Islam menjadi begitu sensitifnyakah?

Alkisah, Islam menjadi seperti momok yang begitu menakutkan. Padahal bila kita mengulas sejarah Indonesia, tidak ada satu pedangpun dari orang-orang Islam yang menghujam jantung dan atau menggorok leher nenek moyang dulu yang memaksa untuk memeluk Islam sebagai agamanya, Islam dijalin dengan perdagangan dan kebudayaan, sehingga kini 87,18% dari lebih kurang 237juta penduduknya memeluk agama yang satu ini.

Lalu mengapa orang-orang Islam garis keras kini ingin mencoreng agamanya sendiri, dengan atas nama agama dan perintah Tuhannya?

Mungkinkah munculnya orang-orang garis keras tersebut karena Palestina yang terus diduduki oleh Israel, sehingga orang-orang garis keras yang merasa paling suci itu merasa perlu melakukan berbagai teror, karena merasa mendapat perlakuan tidak adil dari dunia barat?

Alangkah naifnya jika memang seperti itu. Palestina sendiri tidak dapat menyatukan berbagai fraksinya, begitupun negara-negara Arab yang selalu sibuk dengan beda pendapat, konon mau merdeka?

Kembali ke Islam,

Di Indonesia dan berbagai belahan dunia lain, banyak orang-orang yang mengaku Islam terus menerus melakukan berbagai tindak kejahatan, entah atas nama agama maupun kepentingan pribadi/ kelompoknya.

Lihat saja aksi politikus Indonesia yang penuh sifat pendendam, dengki, dan iri hati. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang beragama Islam. Lihat pula berbagai tindak kriminal, mulai dari hal terkecil hingga ke yang paling besar (baca: KORUPSI) dilakukan oleh orang-orang yang bergelaran haji. Padahal ia tau bahwa itu salah dan melanggar perintah agamanya. Dengan atas nama Tuhannya dia mampu bersumpah, bukan dia.

Saya pernah lihat berita di tv, pencuri ayam mengucapkan, "Sumpah Pak, demi Allah bukan saya."

Di tv pula saya saksikan duet maut pembunuh yang menghabisi nyawa temannya dengan enteng dan bermuka tembok, menggunakan kerudung dan mengenakan baju koko masih mampu tersenyum.

Di media cetak saya lihat bagaimana seorang bupati cantik berkerudung di gelandang KPK. Di youtube saya lihat bagaimana seorang ustad menginjak jemaahnya.

Di koran saya baca seorang anak kecil dengan nama berembel Islam melakukan tindak perkosaan terhadap teman bermainnya.

Kemana dan dimana ajaran Islam itu sendiri?

Alkisah, Nabi pernah mengkhawatirkan tentang kita umatnya ketika menghadap sakaratul maut, "Umatku, umatku, umatku."

Catatan penulis: Sayapun sadar diri tidak selalu jauh-jauh dari dosa. Kiranya dapat dimaklumi, karena tulisan ini hanya mencoba membawa kita pada arah yang lebih baik. Lebih toleran dan menjaga perdamaian.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: