3 pertanyaan seputar pembebasan 10 sandera Abu Sayyaf


Indonesia patut bersyukur karena kesepuluh warganya berhasil dibebaskan dari penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Para sandera yang ditahan sejak sebulan lalu ini berhasil dibebaskan dan telah kembali ke Indonesia dengan selamat. Namun ada beberapa pertanyaan terkait pembebasan ini yang terkesan sangat mudah. Apa saja? Yuk kita simak.

#1. Apakah pemerintah penuhi tuntutan penyandera?
Banyak orang yang penasaran dengan pertanyaan ini: apakah pemerintah memenuhi tuntutan penyandera yang meminta uang tebusan hingga satu juta dolar ini? Belum ada konfirmasi yang jelas akan hal itu. Namun beberapa media menyebutkan kalau pemerintah Indonesia memang memenuhi tuntutan kelompok Abu Sayyaf ini. Tapi disisi lain, banyak juga yang menyangkalnya.

Baca juga: Cerita haru PSK anak di Filipina

Menariknya, mantan presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam suatu acara sempat berbicara mengenai persoalan 10 sandera WNI yang dibebaskan.

"Wong sandera itu sudah ada yang ngurusin kok. Ya terang saja dilepas, wong dibayar kok," kata Mega saat menjadi keynote speaker di Hotel Double Tree, Cikini, Jakarta, Senin (2/5/2016).

#2. Para sandera menumpang pesawat salah satu politikus RI
Pembebasan 10 WNI dari kelompok Abu Sayyaf menyisakan berbagai pertanyaan. Sebabnya, para korban itu diterbangkan ke Indonesia dengan pesawat milik salah seorang politikus Indonesia.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini sepertinya perlu menjelaskan kenapa bukan pemerintah yang menyediakan pesawat untuk menerbangkan para sandera ke Jakarta.

Baca juga: Berakhirnya drama penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf

Kesepuluh sandera inipun telah sampai di Jakarta pada Minggu malam, 1 Mei 2016. Mereka diterbangkan langsung dari Filipina dan kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Subroto guna pemeriksaan kesehatan.

#3. Media Filipina sebut perusahaan yang tebus para sandera
Kabar ini datang dari salah satu surat kabar di Filipina, Inquirer. Surat kabar ini sebelumnya memberitakan kalau sepuluh WNI bebas dari Abu Sayyaf usai perusahaan Patria Maritime Lines, tempat dimana para sandera bekerja, menyerahkan uang tebusan sebesar Rp14 miliar.

Bagaimanapun belum ada kejelasan pasti bagaimana proses pembebasan 10 sandera Abu Sayyaf ini. Tapi patut disyukuri bahwa kesepuluh korban telah berhasil bebas dan sehat pulang ke keluarganya masing-masing.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: