Akhirnya drama penyandareaan 10 WNI berakhir


Keluarga 10 korban penyanderaan WNI yang dilakukan oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina patut lega dan bersyukur. Kejadian yang cukup menyita perhatian publik di tanah air ini akhirnya berakhir dan kesepuluh sandera terebut dibebaskan dengan selamat.

Baca juga: Aung San Suu Kyi yang rasis

Drama penyanderaan yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan itu sempat sangat mengkhawatirkan karena sebelumnya kelompok Abu Sayyaf telah mengeksekusi mati seorang warga negara Kanada karena tenggat waktu tuntutan tebusan telah terlewati.

Adapun pihak kepolisian dan militer Filipina  mengatakan bahwa belum jelas apakah kesepuluh korban ini dibebaskan setelah membayar uang tebusan yang diminta.

Baca juga: Zaskia injak pilar negara, bagaimana dengan koruptor?

Para sandera yang dibebaskan adalah Peter Tonsen Barahama, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Suriansyah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Oktavianto, Rinaldi, dan Wendi Raknadian. Sedangkan sandera lain yang tersikan yaitu Moch Ariyanto Misnan, Lorens MPS, Dede Irfan Hilmi, dan Samsir yang hingga kini belum diketahui keadaannya.

Apakah ada tebusan untuk Abu Sayyaf?
Perihal pembebasan kesepuluh sandera ini belum diketahui bagaimana proses negosiasinya. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apakah uang tebusan dibayarkan atau tidak oleh perusahaan tempat kesepuluh WNI ini bekerja.

Baca juga: Menanti damai di Tibet

Bagaimanapun kita patut mengapresiasi pemerintah Indonesia dan Filipina, juga pihak-pihak yang terlibat dalam pembebasan sandera ini.

Semoga tidak ada lagi drama-drama penculikan lagi kedepannya, ya guys.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: