Aung San Suu Kyi rasis terhadap Muslim, petisi digulirkan

Aung San Suu Kyi dikenal sebagai salah satu tokoh pro demokrasi yang begitu terkenal di dunia. Bahkan, peraih nobel perdamaian asal Myanmar ini digadang-gadang akan menjadi pemrakarsa perdamaian bagi suku Rohingya ini setelah berkuasa.

Baca juga: Di Bandar Lampung ada kafe menarik

Namun kabar tak sedap kini menerpa Aung San Suu Kyi. Sebuah petisi baru saja bergulir bagi peraih nobel perdamaian ini. Tokoh politik dan demokrasi Myanmar itu dinilai bersikap rasis usai diwawancara reporter BBC Mishal Husain yang seorang muslim.

Adapun petisi yang ditujuan kepada panitia Nobel Perdamaian itu dibuat sejak Senin (28/3/2016) sore.

"Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi," dan "Take back Aung San Suu Kyi's Nobel Peace," demikian dua petisi dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang diajukan, Didalam petisi itu dituliskan pula bagaimana sikap rasis yang ditunjukkan oleh Suu Kyi.


Tak ada yang memberi tau bahwa saya akan diwawancarai oleh seorang muslim. Kekesalan Suu Kyi ini ditengarai karena dia kesal diajukan pertanyaan mengenai penderitaan muslim di Myanmar.

Hingga pukul 21.00 WIB Senin (28/3/2016) petisi ini telah ditandatangani oleh 10 ribuan pendukung.

Baca juga: Adele berubah menjadi Jenny?

Muslim Myanmar
Islam di Myanmar merupakan agama minoritas dengan persentase hanya sekitar empat persen dari 53,8 juta jiwa penduduk disana.

Kebencian etnis di Myanmar mulai tak terkendali sejak kondisi yang relatif stabil selama 49 tahun dibawah kekuasaan militer yang berakhir pada Maret 2011.

Sejak saat itu kebencian SARA terus menyebar dan menyebabkan ribuan orang tewas dan belasan ribu lainnya mengungsi.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: