Sudah saatnya PT PLN bertransformasi menjadi lebih baik

Listrik bagi setiap orang sangat penting untuk melakukan berbagai pekerjaan, tak hanya bagi rumah tangga, listrik juga sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian karena banyak digunakan oleh industri dan pelaku bisnis lainnya. Di Indonesia, perusahaan yang bertugas mengurusi listrik adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN. Walau satu-satunya sebagai perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk mengurus listrik, tak jarang kinerjanya menjadi sumber kemarahan setiap orang diberbagai daerah.

Sebut saja di Bandar Lampung, dimana listrik di ibukota propinsi Lampung ini dapat padam selama tiga jam dalam sehari akibat kekurangan daya. Bandar Lampung yang memiliki pemandangan cantik harus kehilangan rupanya dimalam hari akibat dari pemadaman bergilir yang dilakukan oleh PLN.

Listrik yang padam ini sudah sangat memuakkan bagi setiap orang bahkan bagi saya yang baru beberapa tahun menetap dikota kecil diujung Sumatra ini, harus merasakan gerahnya malam dan terganggunya aktivitas akibat pemadaman listrik. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang telah menetap belasan tahun?

Baru-baru ini bahkan sampai ada sebuah petisi disitus change.org yang mempetisi atas kebijakan menyakitkan oleh PLN itu. Tak kurang sudah 3.944 orang yang menandatangani petisi yang dibuat oleh Oyos Saroso HS, seorang budayawan di Bandar Lampung.

Dalam petisinya beliau mempetisi,
Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN, dan Manajer PLN Lampung untuk MENJAMIN TIDAK ADA PEMADAMAN LISTRIK DENGAN ALASAN APA PUN maksimal mulai Agustus 2016. Kalau kinerja pejabat PLN Lampung buruk, SEGERA GANTI dengan SDM yang lebih baik. LAKUKAN EVALUASI MENYELURUH terhadap PLN Lampung.
Kebijakan yang berpihak kepada pelanggan
Hampir seluruh rakyat Indonesia saya kira menggantungkan kebutuhan listriknya kepada PLN sebagai satu-satunya perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola listrik di Indonesia. Tapi bukan berarti karena merasa satu-satunya dapat berbuat apapun dengan mengorbankan kepentingan orang banyak. Sudah sepatutnya PLN berbenah dan berupaya mengganti perangkatnya yang konvensional dengan yang lebih modern. Misalnya dengan mengganti lampu penerangan jalan biasa dengan lampu penerangan jalan bertenaga surya, begitupun dengan perangkat lainnya.


Dimatikannya lampu penerangan jalan di Bypass Soetta Bandar Lampung sangat berbahaya bagi pengguna jalan dan dapat mengakibatkan tingginya tindak kejahatan.

Lampu penerangan jalan bertenaga surya yang saat ini dijual dipasaran saya kira sangat layak digunakan untuk menggantikan lampu penerengan jalan konvensional yang saat ini digunakan. Kalau kita perhatikan, banyak jalanan di wilayah Bandar Lampung saat ini yang gelap gulita akibat dari upaya PLN mengurangi beban dayanya yang defisit. Tapi apakah hanya mampu seperti itu upaya yang dapat dilakukan?

Bayangkan saja, dijalanan Bandar Lampung terdapat ribuan lampu penerangan jalan konvensional yang terpasang dan bila digantikan dengan lampu penerangan bertenaga surya PLN dapat menghemat daya yang bila dikonversikan dengan rupiah tentu memiliki nominal yang tidak sedikit. Adapun daya yang semula diperuntukkan bagi penerangan jalan dapat dialihkan kepada konsumen rumahan ataupun industri.

Ada baiknya bila kebijakan PLN dapat menuju kearah pada keberpihakan kepada masyarakat daripada jalan ditempat dan lucunya dipertahankan hingga belasan tahun tanpa perubahan apapun untuk menjadi lebih baik. Untuk investasi menggantikan perangkat penerangan jalan menjadi bertenaga surya saya kira juga bukan hal yang mahal dan tidak sulit untuk dijalankan. Hanya diperlukan kemauan untuk bertransformasi menjadi lebih baik untuk melakukannya. Bahkan saya sendiri mampu menyediakan pengadaan barangnya dengan harga yang miring bila PLN menghendakinya. Serius!


Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: