Menarik, keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa akan mudahkan imigran gelap menyelinap


Imigran gelap dari Timur Tengah kerap menyeberang ke negara lain untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak daripada di negaranya yang sering konflik saat ini. Sebut saja imigran asal Irak, Afghanistan, dan terakhir dari Suriah yang sedang berkecamuk perang, mereka memilih negara di daratan Eropa untuk menetap.

Di lansir dari Daily Mail,  para imigran ini, yang tinggal di kamp pengungsi di Paris memuji referendum Brexit karena mereka berkeyakinan bahwa Perancis tidak lagi memblokir dan menahan mereka yang akan melanjutkan perjalanannya ke Inggris.

Sebelumnya, kepolisian Perancis akan menangkap siapapun imigran gelap yang akan menyeberang ke Inggris melalui Perancis. Namun dengan lepasnya Inggris dari Uni Eropa, diperkirakan mereka tidak akan lagi melakukan hal itu.

Salah satu imigran gelap asal Afghanistan menyatakan, 'Semuanya sangat sulit sekarang, polisi tidak akan membiarkan kami lolos begitu saja. Tapi dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, Perancis akan mengatakan, "Bye-bye, Anda berada di luar (Uni Eropa) sekarang. Pergilah".'

Sebelum referendum, seorang menteri Perancis telah memperingatkan bahwa kamp imigran dapat dipindahkan dari Calais ke Inggris.

Menkeu Emmanuel Macron mengatakan bahwa perjanjian yang disepakati sejak 2003 lalu, yang mengatur perihal imigran gelap, bisa saja batal.

Saat ini ada sekitar 7 ribu imigran hidup di kamp Calais dan Dunkirk, banyak dari mereka yang berusaha masuk ke Inggris melalui jalur darat dan air dengan feri.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: