Internet of Everything: Mengenal konsep penggabungan internet dalam dunia nyata

Dunia pada masa depan diperkirakan akan memiliki perangkat yang kian terhubung dalam suatu jaringan yang terhubung dengan internet. Seperti dalam berbagai film fiksi yang pernah hadir, kehidupan manusia kian dimudahkan dalam balutan teknologi canggih yang saling terhubung satu sama lainnya.

  • Bayangkanlah Anda menaiki kendaraan untuk menghadiri suatu acara, dan kendaraan Anda yang mengatur rencana perjalanan. Kendaraan Anda 'menuntun' Anda sampai ke tujuan tepat waktu karena diberikan rute tercepat.
  • Coba juga bayangkan bahwa kasur Anda memiliki akses ke kalender Anda dan membangunkan Anda di hari itu dengan mengguncangkan tubuh Anda yang masih ingin terlelap.
  • Atau bahkan bayangkanlah bagaimana jika segala perangkat kantor Anda dapat berkomunikasi satu sama lain untuk memberikan Anda masukan demi tampil produktif, berbagi informasi antara satu perangkat dengan perangkat lainnya yang Anda gunakan untuk bekerja.



Internet of Everything atau dikenal juga sebagai Internet of Thing (disingkat IoT) merupakan sebuah konsep baru untuk masa depan di mana benda-benda fisik sehari-hari akan terhubung ke internet dan mampu bergabung dengan perangkat lain. IoT sesungguhnya merupakan sebuah konsep yang masih sulit untuk didefinisikan dengan tepat. Bahkan, ada begitu banyak pakar yang menterjemahkannya secara berbeda. Tapi orang yang pertama kali dikaitkan dengan istilah ini adalah Kevin Ashton, seorang ahli dalam inovasi digital.

Konsep ini menjadi topik yang makin populer dewasa ini, di mana setiap orang menginginkan kehidupan yang lebih mudah dari biasanya.

Sesungguhnya konsep ini bukan hanya akan mempengaruhi bagaimana kita akan hidup, namun juga bagaimana nantinya kita akan bekerja.

Saat ini biaya untuk akses internet terus menurun. Dengan kecepatan yang besar, banyak perangkat yang dibuat berkemampuan WiFi, juga sensor yang tersemat sempurna. Apalagi harga berbagai perangkat berkemampuan teknologi seperti itu terus menurun, hal ini menyebabkan serangan 'tsunami' IoT semakin mantap.

Bayangkan apabila kita dapat mempelajari sesuatu hal dengan mudah karena bantuan internet, berkomunikasi dengan orang asing yang kita temui di jalan - kita berbincang dengan bahasa ibu, tapi lawan bicara dapat memahami maksud kita dengan bahasanya sendiri -, kemampuan berhitung dan melacak segala sesuatu, bahkan memesan makanan, memantau aktifitas anak, segala sesuatunya dapat dilakukan secara real time dengan bantuan internet.

Tapi jangan hanya membayangkan itu saja, hanya dunia yang terhubung antara internet dengan tablet, komputer, atau smartophone. Gambarkan bahwa IoT adalah sebuah dunia di mana segala sesuatunya dapat dihubungkan dan bersinergi dengan cerdas. Dunia fisik menjadi satu sistem informasi yang besar.

Perkembangan Internet of Everything di Indonesia
Menurut catatan Techinasia Indonesia, salah satu negara dengan penetrasi di dunia ini bukan hanya memiliki potensi di sektor e-commerce saja, namun juga dalam hal IoT.

Berbagai sektor mulai dimasuki untuk memudahkan masyarakat Indonesia. Seperti pertanian, misalnya, sudah ada pemain baru dalam sektor ini yang memanfaatkan perkembangan dunia internet untuk membantu petani di Indonesia dalam mengelola sawah mereka dengan baik.

Seperti CI-Agriculture, di mana dengan dukungan teknologi dan SDM yang memadai, mengerahkan kemampuannya untuk membantu petani dalam hal pendataan, panen, bahkan hingga memasarkan produk pertanian yang dihasilkan.

Indonesia yang notabene sebagai negara berkembang saat ini memang tengah fokus mengejar ketertinggalannya dalam hal kecepatan akses internet.

Syukurnya, pemerintah sebagai regulator, perlahan tapi pasti terus menggeber kecepatan internet tanah air. Terbukti, saat ini Indonesia mencatat kenaikan kecepatan internet hingga dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Hingga kini, beberapa startup lokal mulai memanfaatkan peranan IoT dalam bisnis mereka. Techinasia mencatat bahwa beberapa makerspace tanah air mulai bermunculan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bogor.

Salah satunya adalah Cubeacon. Berbeda dengan CI-Agriculture, Cubeacon memanfaatkan teknologi iBeacon sebagai sarana marketing. Startup dari kota buaya Surabaya ini telahpun melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk menerapkan teknologi IoT dalam skala yang lebih luas.

Sedangkan di Bandung ada eFishery, sebuah perusahaan yang fokus dalam memproduksi pakan ikan. Hebatnya, perusahaan ini telah berkembang sangat pesat.

Walau di cap sebagai negara berkembang, nyatanya Indonesia tetap mampu ya bersaing dalam hal pemanfaatan internet untuk berbagai kebutuhan.

Jadi, manfaatkanlah internet untuk hal-hal yang positif. Tidak hanya untuk komentar dan update status doang, ya :)
















Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: