Berita Terkini: Masyarakat sipil Turki bersatu gagalkan upaya kudeta oleh militer

Upaya pemberontakan di Turki yang terjadi pada Sabtu (16/7/2016) pagi dini hari tidak didukung penuh oleh militer Turki. Angkatan Laut dan Darat tidak ikut-ikutan melakukan kudeta yang gagal tersebut.

  • Warga sipil dan polisi terlibat baku hantam dengan sebagian kecil militer Turki yang berupaya melakukan kudeta.
  • Erdogan menyerukan kepada warganya untuk terus menguasai jalanan yang sebelumnya diperintahkan oleh pemberontak untuk terus berada di dalam rumah.
  • Banyak warga yang berusaha menghalang-halangi tentara dengan 'tidur' di tengah jalan sebagai upaya menghentikan tan-tank militer.

Masyarakat sipil Turki menghadapkan diri di depan tank-tank pemberontakan militer. Masyarakat ini dengan inisiatifnya berupaya mengambil kembali kendali negara, mengabaikan jam malam yang diberlakukan militer yang dirancang untuk memungkinkan tentara menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Ada laporan yang memberitakan bahwa satu tentara di bunuh oleh massa yang marah dan turun ke jalan. Di Biosphorus Bridge, sekitar 100 tentara pemberontak menyerahkan diri kepada polisi.

Lebih dari 2.800 pemberontak telah ditahan setelah kudeta yang gagal dan menewaskan setidaknya 200 orang. Warga sipil yang geram diberitakan mencambuk tentara pemberontak yang menyerah dengan ikat pinggang.

Orang-orang juga terlihat berdiri di atas tank sambil mengibarkan bendera Turki, tanah air mereka. 

Kementerian Yunani melaporkan, sebuah helikopter militer Turki mendarat di Yunani pagi ini dan delapan orang pejabat senior yang melakukan kudeta meminta suaka politik ke negara itu. Turki telah meminta orang-orang itu untuk kembali diekstradisi kembali.

Pemberontakan faksi tentara ini - yang menyebut diri mereka sebagai 'Dewan Perdamaian' - mengatakan mereka melakukan kudeta demi mengembalikan HAM dan memulihkan demokrasi yang tercoreng di bawah kepemimpinan Erdogan. 

Namun, Erdogan menyalahkan musuh lamanya, Fethullah Gulen, sebagai orang paling bertanggung jawab atas upaya kudeta ini. Adapun Gulen saat ini berada di pengasingan di Pennsylvania, AS.

Menlu baru Inggris Boris Johnson mengatakan di Twitter bahwa ia telah berbicara dengan rekannya di Turki Mevlut Cavusoglu, "Saya menggarisbawahi dukungan Inggris untuk pemerintahan dan institusi terpilih yang demokratis."

Ledakan dan tembakan meletus di Istanbul dan Ankara pada Jum'at malam selama kudeta yang menewaskan sedikitnya 250 orang dalam upaya militer menggulingkan pemerintahan Islam.

Kolonel Muharrem Kose dilaporkan memimpin pasukan militer Turki dalam pemberontakan itu.

Kose sendiri baru ditendang keluar sebagai tentara, dari posisinya sebagai kepala departemen penasihat hukum militer. Dia dilaporkan tewas dikeroyok massa pendukung Erdogan.






Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: