Berita Terkini: Erdogan: "Kudeta adalah karunia dari Allah"

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menjadikan pemberontakan yang gagal untuk mengumpulkan dan membersihkan - termasuk menangkap 3.000 hakim sekuler - untuk menempa Turki baru yang lebih islami.
  • Erdogan telah mengumpulkan 6.000 tentara, hakim, dan jaksa menyusul kudeta yang terjadi pada Jum'at malam hingga Sabtu pagi lalu.
  • Dia mendesak agar pendukungnya untuk tetap di jalan dan menempati areal publik guna mencegah pembalasan oleh militer.
  • Erdogan mengatakan kepada pendukungnya bahwa 'mereka yang berada dibalik upaya kudeta akan membayar mahal atas pengkhianatan mereka.'
Erdogan dalam pernyataannya mengatakan bahwa upaya kudeta yang terjadi pada Jum'at malam hingga Sabtu pagi lalu merupakan 'hadiah dari Tuhan' karena hal itu memungkinkannya untuk 'membersihkan' militer Turki yang terpecah.



Erdogan mengadakan pertemuan publik singkat di tengah barisan pengawalan bersenjata lengkap, ia berkata: "Mereka akan membayar harga yang mahal atas ini. Pemberontakan ini adalah hadiah dari Tuhan untuk kita karena ini akan menjadi alasan untuk membersihkan militer kita."

Adapun pemimpin pemberontakan Jenderal Erdal Ozturk telah ditangkap dan didakwa dugaan pengkhianatan.

Banyak tentara yang berpartisipasi dalam kudeta dipukuli oleh rakyat yang mendukung Erdogan.

Presiden menuduh komplotan pelaku kudeta adalah hasil konspirasi yang dipimpin oleh mantan sekutunya Fethullah Gulen, yang saat ini dalam pengasingan di Pennsylvania, AS.

Tank militer dihentikan oleh pendukung dari menduduki bandara Ataturk, bandara terbesar di Turki, setelah warga sipil berbaring di jalan untuk mencegah mereka lewat.

Puluhan ribu pendukung Erdogan berkumpul di kota-kota di seluruh Turki dengan PM Binali Yildirim.

Delapan orang pejabat yang melakukan kudeta diketahui melarikan diri ke Yunani menggunakan helikopter curian.  

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: