Berita Terkini: 5 fakta mencengangkan terkait pelaku teror truk di Perancis

Tragedi teror truk di Nice, Perancis memang mengejutkan dunia. Semua orang berduka, tak memandang agama apapun yang mereka anut. Adapun kejadian ini terjadi setelah Perancis sebelumnya sempat diguncang teror lainnya pada 8 bulan lalu.

  • Teror yang terjadi di Nice, Perancis ini sedikitnya menewaskan 84 orang tidak bersalah termasuk 10 anak-anak.
  • Umat muslim di sanapun merasa gerah atas apa yang terjadi. Sayangnya media di Perancis juga mendukung stigma bahwa teror apapun yang terjadi dilakukan karena pelaku adalah muslim.
  • Pengangguran akibat dari kurangnya kesempatan bagi warga muslim, dan juga diskriminasi diantara pemuda muslim, menurunkan 'imunitas' warga dari ideologi radikal.

Kini Perancis tengah berbenah akibat morat maritnya keamanan nasional mereka oleh serangan yang terjadi. Pelakunya adalah seorang pria yang berkewarganegaraan Perancis, Mohamed Lahouauaiej  Bouhlel, 31 tahun.

Diberitakan sebelumnya bahwa Bouhlel mengemudikan truk dengan kecepatan tinggi menyeruduk warga Perancis yang pada saat masih Ada beberapa fakta mencengangkan tentang pria itu.



#1 Pemabuk
Seorang keponakan dari istri Bouhlel mengungkapkan bahwa dia adalah seorang pemabuk dan pengguna narkoba. Hal ini tentu mengejutkan mengingat bahwa Bouhlel adalah beragama Islam, namun jauh dari ajaran Islam itu sendiri yang melarang penganutnya untuk meminum minuman keras dan merugikan diri sendiri dengan menggunakan narkoba.
"Dia pemabuk, makan daging babi, dan juga seorang pengguna narkoba yang kerap memukuli istrinya," kata Hamou, keponakan istri Bouhlel. 
Hal tersebut menunjukkan pelaku bukanlah orang yang taat dan melakukan banyak tindakan yang dilarang agama.

#2 Selfie sebelum menyerang
Sebelum melakukan penyerangan menggunakan truk, diketahui bahwa ternyata pelaku sempat melakukan selfie di dalam truknya yang ia gunakan untuk menewaskan 84 orang tersebut.

Dalam foto, ia terlihat duduk bersama pria di dalam truknya. Bouhlel tampak mengacungkan jari tengah ke arah kaca depan truknya itu. Di foto lainnya ia tampak mengabadikan dirinya di depan truk maut tersebut.



#3 Menyewa truk paling besar
Bouhlel diketahuin menyewa truk yang paling besar untuk melakukan aksi terornya. Ia diketahui menyewa truk berbobot 19 ton yang ia jadikan sebagai senjata pembunuhnya itu. Bouhlel diketahui masuk ke kompleks acara dengan mengaku sebagai pengantar es krim kepada pihak kepolisian sebelum melakukan aksinya.

Dalam kamera CCTV terlihat ia melakukan zig zag dan menabrakkan truknya ke kerumunan orang-orang yang sedang melihat kembang api dalam acara Bastille Day atau Hari Nasional Perancis.

#4 Dalam pengawasan pihak kepolisian
Sebenarnya Bouhlel telah dalam pengawasan pihak berwenang Perancis sebelum aksi gilanya terjadi. Dia telah dikenali polisi karena sebelumnya pernah memiliki sejarah serangan bersenjata. Namun sayangnya dia tidak termasuk dalam daftar hitam teroris di catatan intelijen Perancis.


#5 Aksi gilanya telah direncanakan dengan matang
Dalam aksinya, Bouhlel telah melakukan perencanaan yang sangat matang untuk melakukan aksi tidak warasnya itu. Selain menyewa truk beberapa hari sebelum penyerangan, dia juga diketahui telah meninjau lokasi pembantaian sadis tersebut.

Bahkan dari foto-fotonya yang didapat dari telepon genggamnya, Bouhlel sebenarnya telah merencanakan aksinya sejak setahun lalu.

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: