Berita Terkini: Alasan Pangeran Harry tidak pernah bercerita mendiang ibunya


Pangeran Harry, yang dua bulan lagi akan berusia 32 tahun, curhat mengenai rasa dukanya ditinggalkan sang ibu yang meninggal pada 1997 lalu akibat kecelakaan mobil yang ditumpanginya di Perancis. Dalam kesempatan ini dengan penuh emosi dia mengungkapan rasa menyesalnya karena enggan untuk membeberkan perasaannya kepada publik, dan enggan untuk menghadiri undangan yang digelar untuk mengenang putri cantik itu.
  • Pangeran Harry berbicara tentang rasa menyesalnya karena tidak pernah mau membahas tentang kematian ibunya.
  • Baik dia dan William tidak ingin mengecewakan ayah mereka - dan Camilla.

Baru-baru ini Daily Mail menerbitkan sebuah artikel yang mengejutkan tentang Pangeran Harry, putera mendiang Putri Diana. Ditulis oleh Richard Kay, menjelaskan mengenai alasan mengapa Pangeran Harry selama 16 tahun menyembunyikan kesedihannya atas kematian sang ibu.

Putri Diana dan Pangeran Charles ketika meninggalkan RS setelah kelahiran Harry pada 1984. | DAILYMAIL

Pangeran Harry telah berbicara tentang rasa menyesalnya karena tidak membahas kematian ibunya. Pria berusia 31 tahun ini mengatakan ia hanya mulai berbicara pada tiga tahun lalu mengenai kematian ibundanya itu.

Ternyata alasannya sangat mengejutkan. Baik dia dan Pangeran William tidak ingin mengecewakan ayah mereka dan Camilla, ibu tirinya.

Minggu ini, Pangeran Harry, yang bersama-sama dengan saudara laki-lakinya William menunjukkan rasa penyesalan yang terlambat 16 tahun untuk menunjukkan rasa berdukanya atas kematian ibunya. Dalam pernyataannya, dia menyesal tidak membuka tabir tentang bagaimana kematian ibunya mempengaruhi dirinya kini.

Pangeran Harry masih 12 tahun ketika Putri Diana meninggal. Pada acara barbekyu yang diadakan pada pekan ini di Inggris, Harry, 31 tahun, mengatakan ia hanya mulai berbicara tentang rasa kehilangannya pada tiga tahun lalu.

Dia menambahkan: "Ok, aku cukup menderita, selama Anda berbicara tentang hal itu. Ini bukan kelemahan. Kelemahan adalah memiliki masalah dan tidak mengakuinya, dan itu tidak memecahkan masalahku."

Sambutannya, yang disambut oleh kepala badan amal atas kesediannya untuk memecah stigma seputar masalah kesehatan mental, hadir hanya beberapa hari setelah ia dipuji oleh Terrence Higgins Trust untuk melakukan tes HIV di Facebook.

Kampanye ini, yang untuk mempromosikan kesehatan seksual, disambut sebagai momen terobosan dalam memerangi penyakit mematikan AIDS, dan itu disamakan dengan peristiwa bersejarah ketika Putri Diana pertamakalinya berjabat tangan, tanpa mengenakan sarung tangan, dengan penderita penyakit mematikan itu di RS Middlesex hampir 30 tahun lalu.

Putri Diana bersama Harry yang masih bayi. | DAILYMAIL

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa baru kini Pangeran Harry baru membuka rasa dukanya atas kematian sang ibu yang tewas dalam kecelakaan mobil di Perancis itu. Beberapa orang berspekulasi bahwa mungkin sang pangeran 'merasa bersalah' atas bagaimana Diana berusaha dihapus dari sejarah kerajaan.

Pada tahun 2000, ia dan William menolak untuk menghadiri pembukaan taman bermain Diana, yang begitu dekat dengan rumah lama mereka di Kensington Palace.

Seorang mantan kekasih sang pangeran pernah mengatakan kepada media bahwa Harry memiliki 'banyak beban emosional' dan bahwa ia 'sangat sensitif.' Dengan cara itu, kata mantan pacarnya, ;ia sangat mirip dengan Diana.'

Pangerah Harry digendong Diana di bahunya saat masih berusia 2 tahun pada 1986. | DAILYMAIL

Hal ini mengingatkan publik pada saat kunjungannya dengan William dan Diana untuk proyek tunawisma dan mengunjungi anak-anak sakit, ia mengatakan bahwa "Saya percaya saya punya banyak hal dari ibu saya di diri saya."

Pada acara di Guards Chapel di Wellington Barracks di Central London, pada 2007, dalam sebuah kesempatan Harry pernah menyatakan, 'William dan saya dapat memisahkan kehidupan menjadi dua bagian. Ada tahun-tahun ketika kita diberkati dengan kehadiran fisik disamping kami dari ibu dan ayah kami. Dan kemudian ada sepuluh tahun sejak kematian ibu kami.'

'Ketika ia masih hidup kami benar-benar menikmati cinta yang diberikannya dan itu tidak tertandingi oleh apapun. Gidupnya, tawa, cinta, menyenangkan. Dia adalah wali kami, teman dan pelindung. Dia adalah ibu terbaik di dunia.'






Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: