Berita terkini: Ribuan calon penumpang Sriwijaya Air tertunda di Soetta

Musim mudik yang sangat ramai tahun ini membuat beberapa maskapai kewalahan.

Akibatnya ribuan calon penumpang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta terlantar hingga berjam-jam.


Seperti yang tampak di terminal keberangkatan B7 pada Selasa (12/07/2016) malam, ribuan penumpang Sriwijaya Air tujuan Bandar Lampung, Solo, Jogjakarta, dan Padang terlihat sabar menunggu keberangkatan yang tertunda hingga lebih dari dua jam. Hal ini diakibatkan karena tertundanya kedatangan pesawat yang akan memberangkatkan mereka.

Seorang calon penumpang tujuan Bandar Lampung mengaku delay hingga dua jam lebih.

Sebelumnya ia dijadwalkan dari Malang pukul 15.00 WIB namun baru di berangkatkan pukul 17.00 WIB. Hal ini mengakibatkan ia ketinggalan pesawat tujuan Bandar Lampung yang akan memberangkatkannya pada pukul 18.45 WIB.

Akibat dari keterlambatan ini, oleh Sriwijaya beliau digantikan pesawat lain yang dijadwalkan pukul 19.40 WIB, namun hingga berita ini diturunkan masih belum ada informasi lebih lanjut.

Keterlambatan haruskah dimaklumi?
Fenomena keterlambatan oleh maskapai Indonesia sepertinya menjadi suatu fenomena yang harus dimaklumi oleh penumpang.

Pemerintah sebagai regulator yang membuat aturan seakan tidak berdaya menghadapi ketidakbecusan maskapai di Indonesia di dalam melayani penumpangnya.

Keterlambatan oleh maskapai membuat banyak penumpang seakan frustasi dan buntu. Maskapai dengan segala alasan keterlambatannya seperti: alasan operasional, juga cuaca buruk seolah cukup memberikan kompensasi berupa berupa permintaan maaf, snack, nasi bungkus, ataupun uang. Padahal waktu, bagi penumpang sangat berharga.

Sangat elok apabila maskapai memikirkan kondisi bandara tujuan yang mungkin jauh dari pusat kota, juga waktu yang terbuang sia-sia akibat keterlambatan dengan berbagai alasan.







Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: