Berita Terkini: Pelaku teror di Perancis digambarakan sebagai seseorang yang tidak bergaul

Apa yang dilakukannya sama sekali tidak mencerminkan orang yang beragama. Sepupu pelaku teror truk mengungkapkan, "Dia makan babi, pemabuk, memukul istrinya, dan tidak pernah pergi ke masjid."

  • Teror truk membunuh setidaknya 84 orang di Nice, Perancis. Pelaku digambarkan sepupunya sebagai 'seorang penjahat, seorang yang tidak pernah mengamali aturan Islam.'
  • Pelaku dan istrinya berpisah setelah laporan KDRT yang dilakukan pelaku terhadap istrinya.
Pelaku teror truk, Mohamed Lahouaiej Bouhlel, adalah orang yang mencemooh setiap aturan Islam. Ujar sepupunya kepada MailOnline.

Pelaku yang berusia 31 tahun ini - mendatangkan teror pada perayaan hari Bastille setidaknya membunuh 84 orang tidak bersalah - adalah seorang pemabuk, pecandu, yang sama sekali tidak menggambarkan ia sebagai seorang muslim.

Dia tidak pernah shalat dan pergi ke masjid, dan memukul istrinya - memiliki tiga anak berusia lima tahun, tiga, dan 18 bulan - dan dalam proses perceraian.

Bouhlel, yang telah dipantau kepolisian sejak Januari karena tindak kejahatan kecil. 

Hal itu terjadi ketika ia tertidur saat mengemudi dan menyebabkan empat kendaraan dan juga terlibat dalam sebuah perkelahian di bar.

Walid Hamou, sepupu dari istri Bouhlel, mengatakan kepada MailOnline, "Bouhlel tidak religius. Dia tidak pernah ke masjid, makan babi, tidak shalat, tidak berpuasa. Dia juga pemabuk dan pemakai obat-obatan terlarang. Ini semua dilarang dalam Islam."

Sebelum kejadian, dia telah dihentikan kepolisian hanya beberapa jam sebelum kejadian penabrakan puluhan orang menggunakan truk bermuatan 25 ton dan penembakan membabi buta kepada polisi dan orang-orang  tidak bersalah.

Dia mengatakan kepada polisi bahwa ia akan mengantarkan es krim dan diizinkan untuk parkir di sekitar TKP untuk beberapa jam.

Rekaman kejadian ketika truk yang dikemudikannya menabrak setiap orang di jalanan diunggah dalam hitungan menit, menampakkan mayat-mayat yang berserakan.

Lebih dari 84 orang tewas. Saksi mata mengatakan Bouhlel yang berada di belakang kemudi sebuah truk besar sengaja melaku ke kerumunan besar orang yang sedang menonton perayaan kembang api.

Salah seorang tetangga Bouhlel, beberapa hari sebelum kejadian pelaku pernah berkata, "Suatu hari, Anda akan mendengar tentang aku."

Tetangga lain menggambarkan pelaku adalah seseorang yang licik dan enggan berinteraksi.

Horor mengerikan ini baru terhenti setelah kepolisian menembak mati pelaku.

Presiden Perancis Francois Hollande mengumumkan ia akan memperpanjang keadaan darurat yang diberlakukan setelah serangan di Paris yang menewaskan 130 orang delapan bulan lalu. 



Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: