Berita Terkini: Berbagai teori upaya kudeta yang gagal

Masih terlalu dini memang untuk mengetahui siapa sebenarnya yang berada di balik upaya kudeta yang dilakukan oleh faksi militer Turki Jum'at malam lalu.

Erdogan dalam pernyataannya menyebut-nyebut nama Fethullah Gulen, mantan sekutu lamanya berada di balik upaya kudeta yang gagal tersebut.

Tentara yang ditahan setelah gagal melakukan upaya kudeta. | ARRAHMAH
Berbagai spekulasipun muncul. Parahnya, Gulen yang saat ini dalam pengasingan di AS menuduh Erdogan lah yang saat ini sedang bersandiwara sekaligus sebagai dalang kudeta yang berlangsung tidak lebih dari 5 jam itu.

Tak tanggung-tanggung, Gulen dalam pernyataannya kepada wartawan menyamakan Erdogan dengan pemimpin fasis Nazi, Adolf Hitler karena upaya kudeta itu menewaskan setidaknya 265 orang.

Berbagai teori juga muncul dan disuarakan oleh media barat Polictico, Ryan Heath mengutip sumber terkait di Turki.

Tak ayal tuduhan media itu membuat gempar dunia maya. Di Twitter, muncul hashtag #TheaterNotCoup. Menurut Ryan Heath, sumbernya di Turki percaya bahwa seluruh bencana itu adalah rekayasa dengan beberapa kejanggal. Sayangnya tidak dijelaskan kejanggalan seperti apa yang dimaksud.
Berbagai tuduhan terhadap Erdogan muncul dengan dugaan bahwa dengan adanya kudeta yang terjadi ini adalah sebagai upaya membersihkan militer dari paham sekular dan menjalankan pemerintahan yang lebih islami di lembaga peradilan dan angkatan bersenjata.

Media barat memang sejak lama dikenal memiliki standar ganda dalam pemberitaannya terkait dengan berbagai kejadian di negara-negara yang bertentangan dengan nilai-nilai barat.

Isu-isu siapa yang berada di balik kudeta inipun kian santer. Banyak pihak yang menduga bahwa kudeta ini muncul setelah upaya perbaikan hubungan antara Turki dengan Israel yang sebelumnya rusak usai pasukan komando Israel merangsek masuk ke kapal Mavi Marmara dan membunuh 10 orang aktivis Turki pada 2010 lalu.

Turki meminta beberapa syarat perbaikan hubungan dengan Israel. Diantaranya adalah bahwa Israel harus meminta maaf, membayar kompensasi terkait insiden Mavi Marmara, serta harus mencabut blokade di jalur Gaza. Sayangnya syarat-syarat tersebut masih ditolak oleh pejabat Israel.

Dengan adanya berbagai teori kudeta tersebut, lalu siapakah sebenarnya yang berada di balik/ menjadi tokoh kunci upaya kudeta yang gagal tersebut?

Masukkan email sobat untuk dapatkan berita terbaru: